Mitragalaksi.com, Melawi – Kuasa hukum Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, Khairul Atma, memberikan tanggapan atas informasi mengenai dugaan laporan yang disampaikan Syamsul Jahidin kepada Bareskrim Polri.
Khairul menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan laporan kepada aparat penegak hukum. Oleh karena itu, pihaknya menghormati seluruh proses hukum yang sedang maupun akan berjalan.
“Pada prinsipnya kami menghormati setiap proses hukum. Menyampaikan laporan kepada aparat penegak hukum merupakan hak setiap warga negara dan kami tidak akan menghalangi hak tersebut,” tegas Khairul.
Namun demikian, Khairul menilai terdapat pola pelaporan yang terus berulang dari tahun ke tahun dengan substansi yang dinilai hampir sama. Menurutnya, kondisi tersebut patut menjadi perhatian dan dapat dikaji lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
Ia menyebut pelaporan serupa telah muncul sejak tahun 2024, berlanjut pada 2025, hingga kembali terjadi pada tahun 2026.
Lebih lanjut, Khairul menyampaikan bahwa dugaan adanya motif tertentu di balik pelaporan tersebut merupakan pandangan dari pihak kuasa hukum, bukan kesimpulan yang telah ditetapkan oleh aparat penegak hukum.
“Kami menduga ada motif tertentu di balik pelaporan yang terus berulang ini. Dugaan kami mengarah pada adanya upaya pencemaran nama baik terhadap klien kami. Namun, seluruh dugaan tersebut kami serahkan kepada publik untuk menilai dan kepada aparat penegak hukum untuk memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Pihak kuasa hukum juga menegaskan akan bersikap kooperatif apabila sewaktu-waktu diminta memberikan keterangan dalam proses hukum yang berlangsung. Mereka berharap seluruh pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menghormati mekanisme hukum yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat putusan pengadilan maupun pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan adanya pihak yang bersalah dalam perkara tersebut. Seluruh proses masih berada dalam koridor hukum dan mengikuti mekanisme yang berlaku.
( Red )



